Lingkungan

NET12 – Kreasi Kaleng Bekas



Program buletin yang mengedepankan prinsip aktualitas, mengangkat berita hangat (spot news) dan berita menarik lainnya (news features). Program ini akan memberikan informasi dan inspirasi. yang akan dikemas sesuai dengan sudut pandang perempuan.

Lingkungan

saya adalah ketua sosiasi pengusaha daur ulang plastik Indonesia (APDUPI) periode 2015-1019, ikuti berita asosiasi kita di www.apdupi.org atau di https://www.facebook.com/apdupi

Lingkungan

Mendaur Ulang Barang Bekas



Credits:
– Aidina Fitriana
– Aldi Aditya
– Alfi Hasanah Siregar
– Rizki Namira Lubis
– Ryanda Ramadhan

Song:
– Daylight – Maroon 5
– Young Folks – The Kooks

Lingkungan

Daur Ulang Sampah Plastik



Puluhan tas dan dompet cantik penuh warna-warni, dipajang di sebuah toko milik Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH Bali), di Jalan Hang Tuah Sanur. Sekilas, deretan tas tersebut terlihat seperti barang-barang buatan pabrik. Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata, produk cantik berupa tas belanja, kotak pensil dan dompet, terbuat dari kemasan plastik bekas.

Produk cantik ini merupakan Ide kreatif dari (PPLH Bali) sebagai peduli lingkungan dengan memberdayakan tenaga kerja wanita. Dengan misi memperkenalkan lingkungan secara sederhana kepada masyarakat.

Menurut Made Hariana, ketua PPLH Bali, pihaknya telah melakukan upaya daur ulang kemasan plastik bekas menjadi barang yang bermanfaat.

[Made Hariana, Ketua PPLH Bali]
“Memotivasi mereka untuk melakukan pemilahan sampah, dan melakukan apa yang disebut dengan reuse, recycle, dan reduce yaitu mengurangi sampah, dan salah satu caranya yaitu dengan membuat kerajinan yang berbahan sampah daur ulang.”

Sebagai bahan baku, mereka menggunakan bekas kemasan diterjen, kopi, mie instan dan beberapa plastik yang dianggap cukup kuat. Bahan–bahan ini mereka peroleh dari warung-warung dan sekolah. Untuk megubah kemasan plastik bekas, menjadi sebuah tas dan dompet yang cantik, mula-mula kemasan plastik bekas ini dikumpulkan dan pilah-pilah. Kemudian dicuci sampai bersih, lalu dikeringkan.

Proses berikutnya, bahan dipotong sesuai dengan kebutuhan. Kemudian potongan-potongan tersebut dijarit sebagai bahan dasar. Melalui tangan-tangan trampil ini, kemasan plastik bekas mereka sulap menjadi tas belanja, dompet, kotak pensil yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan barang produksi pabrik.

Untuk memasarkan produknya, mereka masih mengalami kendala, karena produk mereka belum begitu dikenal. Untuk sementara mereka menjualnya dari teman–keteman.

Suyasa melaporkan untuk NTD News dari Bali

Lingkungan

Proses Pembuatan PEMBALUT Daur Ulang (Dioxin).mpg



Dewasa ini timbul suatu kekawatiran akan penggunaan barang-barang daur ulang yang digunakan untuk keperluan kesehatan khususnya yang berhubungan dengan organ intim wanita. Sebagai seorang praktisi kesehatan opini saya adalah apabila dalam prosesnya mengandung bahan kimia (dalam hal ini klorin/pemutih) tentunya akan sangat berbahaya. Apalagi dalam bentuk pembalut daur ulang yang notabene adalah “kebutuhan” wanita modern. Oleh karena itu mulailah gunakan produk-produk dengan bahan alami sebagai bahan dasarnya tanpa adanya campur tangan bahan kimia di dalamnya. Informasi lebih lanjut di.. http://coky-greenlite-bali.blogspot.com/