Satwa

Kaisar Padang Rumput

Kaisar adalah gelar yang diberikan sebagai seseorang yang dihormati, dan disegani oleh yang lain. Terlebih lagi pada kekaisaran pada masa kerajaan, yang merupakan gelar untuk seorang yang memimpin suatu kerajaan. Yang semua keputusannya adalah aturan untuk semua orang.

Lantas bagaimana dengan kaisar padang rumput, siapakah dia? Kaisar padang rumput adalah sebutan untuk Phantera leo yang dikenal dengan sebutan singa. Kaisar satwa yang tidak hanya ditakuti oleh hewan lain ini pun seringkali membuat takut manusia. Kaisar yang menampakkan keanggunan, keberanian, keterampilan dan ketangkasan dalam bertarung dan memburu mangsanya yang dapat memberikan kesan untuk dihormati atau ditakuti.

Singa betina dengan langkah yang gemulai dianggap mempunyai daya tarik bagi singa jantan. Sedangkan singa jantan dewasa dengan jurai penuh yang menghiasi kepala dan lehernya dan bervariasi warnanya dari coklat keemasan hingga coklat tua, merupakan para raja dan kaisar di padang rumput. Sifat pemburu opportunistiknya, memangsa apa saja yang bisa ditangkap/mencuri mangsa satwa predator lain dan kemampuannya dalam berburu. Singa dewasa dengan panjang tubuh 2,5 meter dengan tinggi 1,2 meter dan dengan auman yang dapat didengar sampai 5 km jauhnya, bahkan dapat mencapai 8 km dalam keadaan yang hening, dapat membuat merinding hewan bahkan manusia yang berada di sekitarnya.

Singa merupakan hewan yang dapat hidup hingga 15 tahun dan dapat mencapai 30 tahun jika hidup dalam peliharaan. Singa bukanlah hewan yang soliter seperti harimau, leopard, cheetah, lynx, jaguar, puma, ocelot dan keluarga kucing lainnya, tetapi singa merupakan hewan yang hidup berkoloni. Terdiri dari singa jantan, singa betina dan anak-anak mereka, yang membentuk keluarga yang harmonis, yang masing-masing anggota keluarga memiliki tugas masing-masing.

Di dalam keluarga singa, singa betinalah yang mempunyai tugas lebih banyak, dibandingkan singa jantan. Selain mengasuh anak pastinya, singa betina juga bertugas untuk berburu dan menjaga hasil perburuannya. Sedangkan singa jantan hanya tiduran sepanjang hari. Anak-anak singa, sehari-harinya melakukan aktivitas saling berburu dan memburu benda apapun yang bergerak, bergelut selama berjam-jam, bergurau dengan induk, memanjat pohon, batu dan sebagainya. Semua aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan itu untuk membentuk otot dan mempertajam refleks sampai teknik berkelahi. Anak singa yang berusia 3-4 bulan masih dalam asuhan induknya dan tidak mencari mangsa sebelum 2 tahun. Dalam berkeluarga, keluarga kaisar pun mempunyai aturan sendiri dalam kerumahtanggaan mereka. Misalnya dalam siapa yang lebih dulu memangsa mangsanya, jantanlah lebih dulu, kemudian betina dan anak-anaknya. Dan dalam beramahtamah singa akan menggosok-gosokkan kepala dan dagu kalaulah ada yang berlaku rakus dan menjilati wajah singa lain usai makan.

Selain kemahiran dalam berburu dan beberapa kemampuan yang dimiliki untuk menjadikan singa sebagai kaisar padang rumput, juga sifat kebangsawanan yang tercermin dari perilaku mereka, maka memang pantas sebutan ini layak di sandang olehnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *