Satwa

Perilaku Hewan: Agonistik vs Altruistik

Tak ubahnya seperti manusia, hewan pun melakukan interaksi sosial. Secara umum perilaku sosial disefinisikan bahwa perilaku sosial adalah segala macam dari interaksi diantara sesama spesies yang melibatkan antara dua atau lebih individu organisme (umumnya hewan). Hal ini didasarkan adanya perilaku individu yang dilakukan karena perilaku individu itu sendiri dan perilaku individu yang dilakukan karena perilaku individu itu sendiri dan perilaku kelompok (group).

Perilaku sosial dapat pula terjadi karena interaksi anggota dari berlainan spesies. Ada perilaku sosial sebagai akibat dari kompetisi sering terjadi dalam dunia hewan, misalnya untuk memperebutkan sember makanan, tempat tinggal, dan sebagainya. Di dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (makanan, tempat tinggal, pasangan, dan sebagainya), tak ubahnya seperti manusia, hewan pun berkompetisi atau bekerja sama untuk dapat memenuhinya, Agonistik vs Altruistik. Dengan berbagai motif. Apakah untuk dirinya? Atau tak sekedar untuk dirinya?

Salah satu dari perilaku hewan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya adalah perilaku agresif yang pada dasarnya dilakukan untuk dapat lulus hidup (agonistik), yang merupakan ritual yang memperlihatkan kekuatan dan keindahan (dapat berupa suara, tubuh, dan lain-lain). Seringkali pula terjadi perkelahian sehingg terjadi kematian. Perilaku agonistik terjadi pula untuk menarik pasangan kawinnya, banyak jenis burung jantan melakukan hal tersebut dengan mengeluarkan suara yang indah dan khusus, ada pula yang melakukan tarian dan mempertontonkan keindahan tubuhnya untuk menarik pasangannya.

Banyak hewan sosial yang melakukan kelangsungan hidupnya dengan memelihara adanya perilaku agonistik. Misalnya berbagai jenis ayam, apabila beberapa anak ayam yang tidak saling mnengenal ditempatkan bersama, maka akan melakukan respons dengan melakukan perkelahian kecil dengan saling mematuk. Hal ini dilakukan untuk menghindari sejumlah konflik, pada akhirnya akan terjadi suatu hierarki (dominasi hirarki), misalnya yang lebih tua akan mengontrol yang lebih muda.

Berbeda dengan perilaku agonistik, yang cenderung menomorsatukan kepentingan individu atau kelompok. Di dalam kehidupan bersosial hewan, juga terdapat perilaku yang umum disebut dengan perilaku yang umum dikenal dengan perilaku “non egois” atau disebut dengan perilaku altruistik atau altruisme. Perilaku yang banyak dilakukan oleh hewan yang bejarkoloni. Individu yang melakukan perilaku ini tidak mendapatkan keuntungan, tetapi bahkan dapat mematikan dirinya. Akan tetapi perilaku ini dapat memberikan keuntungan bagi kelompoknya atau koloninya.
Sehingga eksistensi dari koloni tersebut masih terjaga. Agonistik ataupun altruistik merupakan perilaku yang dilakukan oleh hewan yang dalam pandangan manusia dipandang sebagai perilaku yang egois atau tidak, tapi periaku tersebut memang ada di dalam kehidupan sosial hewan, yang sekarang masih tetap ada dalam kehidupan sosial hewan, yang membuat hewan bisa mempertahankan eksistensinya.

Sumber: Permana, A, Anggraeni berlian, etc. Biologi Untuk SMA Edisi Kedua. TOBI. Bandung

Alam, Lingkungan, Satwa

Fenomena Alam Unik, Tahukah Kamu?

Tahukah kamu? Berbagai kejadian di dunia ini yang mungkin adalah kejadian yang sederhana, tetapi jika kita melihat dalam sudut pandang yang lain, maka itu akan menjadi hal yang luar biasa. Ingin tahu lebih lanjut? Mari kita simak bersama-sama fenomena sederhana yang menakjubkan.

1. Di mata hewan pisang berwarna biru
Anda pasti tahu buah yang di beri nama pisang, dengan nama ilmiah Musa sp. Pisang merupakan buah yang berkalori tinggi, memang tidak salah kalau pendaki lebih memilih pisang sebagai pengganti nasi. Menurut tim dari University of Insbruck Austria dan Columbia University New York, hewan melihat pisang berwarna biru. Hal in dimungkinkan karena hewan yang memakan pisang dapat melihat dengan jangkauan sinar ultraviolet. Dengan kemampuan tersebut hewan menangkap pendar warna biru akibat proses pecahnya klorofil dan menghasilkan konsentrasi kulit pisang seiring dengan pisang yang mulai matang. Dan bagi hewan tersebut warna biru menandakan bahwa buah pisang telah matang.

2. Dillenia si pohon yang menangis
Pasti suatu hal yang aneh ketika kita melihat topik di atas. Bagaimana mungkin pohon bisa menangis ketika di iris? Pohon Dillenia yang termasuk ke dalam kelompok pohon berkayu yang masuk ke dalam kelas Dilleniaceae ini memiliki serat yang memanjang dan tidak putus dari bawah hingga ujung batang. Penghisapan zat-zat makanan dari daun dan akar yang cukup kuat menyebabkan tekanan udara dalam serat pembuluh lebih kuat dari tekanan udara sekitar terlebih bila cuaca panas. Bila pohon digores atau di congkel udara dalam batang akan menekan keluar dan menghasilkan bunyi seperti tangisan ketika melewati pembuluh yang sempit. Tak hanya bunyi mendesis mirip tangisan, goresan di pohon juga diikuti dengan keluarnya getah pohon yang berwarna merah mirip darah.

3. Energi petir
Tahukah kamu? Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur dimana petir terbentuk dapat mencapai 10.0000C. panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbadingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.0000C. dengan kata lain, suhu petir 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt.

Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat yang berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp dibandingkan dengan sebuah las yang menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lebh cepat daripada suara kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam.

Menarik bukan? Suatu hal mungkin sederhana jika kita melihatnya dengan sederhana, tapi tidak akan menjadi sederhana ketika kita mau mengenal lebih dekat. Ingin tahu lebih lanjut tentang fenomena menarik lainnya? Tunggu edisi “Tahukah Kamu?” berikutnya. Semoga semakin menambah wawasan kita.

Lingkungan, Satwa

Kerajaan Binatang di Bekas Reaktor Chernobyl – Ukraina

Bencana nuklir Chernobyl di Ukraina 30 tahun silam, menjadi sejarah kelam. Musibah reaktor nuklir Chernobyl terjadi pada 26 April 1986 di Kota Pripyat, Ukraina. Ledakan tersebut membuat Chernobyl dan pemukiman sekitarnya terpapar radiasi nuklir dan ditinggalkan manusia.

chernobyl-house

Setelah ditinggalkan manusia, saat ini Chernobyl menjadi kerajaan binatang liar yang hidup disana. Berikut beberapa foto hasil jepretan jurnalis Reuters, Vasily Fedosenko.

chernobyl-yellowhammer
Burung yellowhammer di atap rumah yang rusak. Chernobyl kini menjadi rumah bagi binatang hingga pohon dan rumput liar. Biar lah Chernobyl menjadi bagian dari masa lalu (Vasily Fedosenko/Reuters).
chernobyl-fox
Seekor rubah menjelajah sendirian. Pemerintah Ukraina berencana menjadikan Chernobyl sebagai cagar alam terbesar di Eropa (Vasily Fedosenko/Reuters).
chernobyl-wolf
Sejumlah binatang liar seperti serigala hingga rusa dan burung dapat dengan mudah ditemui di bekas rumah penduduk yang dibiarkan terbengkalai. Menyisakan potret di masa lalu (Vasily Fedosenko/Reuters).
chernobyl-sign
Radiasi nuklir yang terjadi akibat musibah Chernobyl memiliki dampak membahayakan bagi kesehatan manusia. Efek radiasinya pun diperkirakan baru akan hilang 24.000 tahun ke depan (Vasily Fedosenko/Reuters).
chernobyl-eagle
Seekor elang menerkam bangkai. Setelah ditinggalkan, kini Desa Dronki di Belarus yang tertapar radiasi menjadi kerajaan binatang liar (Vasily Fedosenko/Reuters).
Lingkungan

Bisnis Daur Ulang Ban



Kami adalah perusahaan yang mampu untuk membuat peralatan mesin pengolah ban bekas, Juga kami mampu untuk membuat reaktor yang sederhana …